Lalat itu pun terbang ke tumpukan sampah yang baru saja dibakar
Entah apa yang dia cari diantara benda benda busuk dan bekas itu
Tapi dia terus terbang walaupun baunya membuat hidungku sakit
Di sebelah tumpukan sampah itu ada sebuah pohon yang sangat lebat
Jika kita lihat di atasnya, terdapat sebuah sarang lebah yang tidak begitu besar
Ah, aku membayangkan apa yang ada di dalam sarang itu
Beribu-ribu lebah jantan dan pekerja yang tanpa lelah mencari madu untuk sang ratu
Lalat, dan Lebah
Keduanya berawal dari huruf L
Namun rupanya Tuhan menggariskan jalan hidup yang berbeda untuk mereka
Lalat, seberapapun hebatnya ia dalam menyembuhkan penyakit dengan sayapnya, ia tetap dibenci orang. Karena apa? Ya karena sampah. Ia biasa berkumpul di sampah, mencari makan di sampah, dan hinggap di makanan makanan yang akan kita makan untuk menyebarkan penyakit dari sampah-sampah itu.
Sedangkan Lebah, seberapapun sakitnya sengatan dia, ia tetap disenangi banyak orang. Mengapa? Karena madu yang ia hasilkan. Ia mencari madu di setiap bunga yang ia temui, dan diambil kebaikannya untuk setiap orang.
Korelasinya dengan manusia adalah hak manusia untuk menjadi Lalat ataupun Lebah. Ketika ia menjadi Lalat, maka ia akan menjadi buruk di mata orang-orang di sekelilingnya, seberapapun kuatnya ia untuk menjadi Lebah, ia tetap saja seekor Lalat selama ia masih berada di tumpukan sampah. Dan ketika ia menjadi Lebah, maka ia akan dipandang baik oleh semua orang selama ia masih menghasilkan madu/kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya.
Well, mau jadi apakah kita? Lalat atau Lebah?
Choose what your heart say :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar